Nama : Marta Lestari Nababan
NIM : 110907084
AKU
DAN HANDPHONE (HP)
Siapa tak
kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Diperkenalkan pada tahun
1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari.
Banyak orang di berbagai kota besar khususnya, tua-muda sering terlihat
memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di
pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan
untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini
bisa dimiliki tak hanya oleh si-kaya saja.
Apapun
itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai teman di perjalanan atau di tempat
beraktivitas yang amat praktis.Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya
bisa dipergunakan di mana saja. Saat menonton, jalan-jalan, dan bahkan
digunakan pada saat belajar dan ujian. Hal ini sangat sering dijumpai pada
kalangan pelajar, tidk terkecuali para mahasiswa-mahasiswi. Apalagi dengan
diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda
kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah
lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya
yang tanpa kabel atau wireless.
Dewasa ini banyak sekali handphone dari berbagai
merk beredar di masyarakat. Indonesia merupakan pasar terbesar di dunia bagi
para vendor handphone. Rata-rata masyarakat Indonesia memiliki handphone lebih
dari satu per orangnya. Mengapa handphone banyak sekali digunakan oleh
masyarakat? Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain :
infrastruktur jaringan telepon seluler yang telah dibangun di seluruh pelosok
tanah air. Selain itu biaya penggunaan (untuk sementara baru biaya percakapan)
boleh dibilang cukup murah. Dan faktor kelengkapan fitur yang ada di suatu
handphone merupakan daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk tidak lepas
membawa handphone kemanapun dia pergi.
Keberadaan Handphone (Hp) memiliki fenomena
tersendiri bagi dunia pendidikan khusunya bagi pelajar dan mahasiswa.
Kehadirannya yang menawarkan kecanggihan untuk dapat mengakses segala informasi
lintas dunia dengan sangat cepat, mudah dan murah sering dijadikan kambing
hitam merosotnya moral/budi pekerti bangsa. Hal ini mungkin benar adanya, akan tetapi
tentu tidak sepenuhnya benar jika ada anggapan/persepsi bahwa kehadiran telepon
selular bagi pelajar dan mahasiswa lebih membawa dampak negatif dari pada
positif.
Kecepatan dan ketepatan akses komunikasi tentulah
merupakan hal yang sangat positif bagi para pelajar dan siapa saja yang hidup
di jaman ini. Sekarang untuk melakukan komunikasi cepat dan tepat cukup dengan
sms. Saat itu untuk dapat menggali informasi lintas dunia kita harus pergi ke
warnet yang sudah barang tentu sulit dijumpai di pedesaan. Sekarang cukup
dengan telepon selular kitapun dapat mengakses informasi melalui internet. Di
samping hal positif seperti tersebut di atas, kehadiran telepon selular juga
mengandung konsekwensi logis dengan berbagai dampak negatifnya. Bagi pelajar,
pemanfaatan telepon selular tanpa terkendali berpotensi mencetak generasi
pemalas dan berkepribadian menyimpang. Bagaimana tidak? Pengguna telepon
selular selaku konsumen kini telah sedemikian dimanjakan oleh segudang
fasilitas mudah dan murah yang ditawarkan produsen untuk dapat mengakses
informasi global tanpa batas, sehingga siswa yang nota bene belum cukup
memiliki perisai atau bekal mental yang memadai cenderung lebih suka melihat,
membaca bahkan mengambil sajian yang terlalu vulgar yang bertentangan dengan nilai
budaya dan ajaran agama semacam foto dan video seronok/porno yang terdapat di
internet. Hal inilah yang sering dijadikan alasan keprihatinan akan maraknya
penggunaan ponsel yang kini menjadi salah satu trend kehidupan modern.
Dan dari penjelasan di atas, dampak negatif dan
danmpak positif tersebut tidak terlepas dari saya. Dengan adanya HP, saya
hampir tidak pernah terlepas dari HP. Pada saat belajar, saat jalan-jalan, saat
menonton dan kapan saja saya sangat ketergantungan dengan HP. Memang HP sangat
bermanfaat bagi saya. Misalnya, menjalin komunikasi dengan orang tua, teman,
keuarga dan lain-lain. Akan tetapi selain hal positif dari HP, tentu memiliki dampak negatif. Misalnya,
sering kali saya sms-an pada saat belajar, pada saat teman bercerita, dan
bahkan pada saat rapat. Seolah-olah saya tidak bisa lepas dari HP. Dan saya
juga menjadi lebih boros, karena harus mengisi pulsa kartu yang terdapat di
dalam HP. Selain itu, dengan HP waktu saya banyak terbuang. Dan bahkan jika
saya sedang bosan pada saat belajar, hal utama yang saya lakukan adalah sms-an
dengan teman saya. Akibatnya
suasana belajar terasa membosankan, kemauan belajar tidak ada dan konsentrasi
menjadi buyar. Maka waktu untuk
mengingat, memahami pelajaran, menjadi berkurang karena yang saya utamakan
adalah mengirim dan menerima SMS. Semua konsentrasi saya menjadi tertuju pada
SMS yang akan tulis maupun yang akan saya terima. Dan dampak negatif yang saya
alami dengan HP adalah saya kerap kali keasyikan sms-an bahkan sampai tengah
malam, sehingga menyebabkan waktu tidur saya banyak terbuang, dan menyebabkan
saya terlambat bangun.