Kamis, 18 Oktober 2012

AKU dan HP



Nama            : Marta Lestari Nababan
NIM   : 110907084

AKU DAN HANDPHONE (HP)
Siapa tak kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Diperkenalkan pada tahun 1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari. Banyak orang di berbagai kota besar khususnya, tua-muda sering terlihat memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini bisa dimiliki tak hanya oleh si-kaya saja.
Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai teman di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis.Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Saat menonton, jalan-jalan, dan bahkan digunakan pada saat belajar dan ujian. Hal ini sangat sering dijumpai pada kalangan pelajar, tidk terkecuali para mahasiswa-mahasiswi. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless.
Dewasa ini banyak sekali handphone dari berbagai merk beredar di masyarakat. Indonesia merupakan pasar terbesar di dunia bagi para vendor handphone. Rata-rata masyarakat Indonesia memiliki handphone lebih dari satu per orangnya. Mengapa handphone banyak sekali digunakan oleh masyarakat? Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain : infrastruktur jaringan telepon seluler yang telah dibangun di seluruh pelosok tanah air. Selain itu biaya penggunaan (untuk sementara baru biaya percakapan) boleh dibilang cukup murah. Dan faktor kelengkapan fitur yang ada di suatu handphone merupakan daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk tidak lepas membawa handphone kemanapun dia pergi.
Keberadaan Handphone (Hp) memiliki fenomena tersendiri bagi dunia pendidikan khusunya bagi pelajar dan mahasiswa. Kehadirannya yang menawarkan kecanggihan untuk dapat mengakses segala informasi lintas dunia dengan sangat cepat, mudah dan murah sering dijadikan kambing hitam merosotnya moral/budi pekerti bangsa. Hal ini mungkin benar adanya, akan tetapi tentu tidak sepenuhnya benar jika ada anggapan/persepsi bahwa kehadiran telepon selular bagi pelajar dan mahasiswa lebih membawa dampak negatif dari pada positif.
Kecepatan dan ketepatan akses komunikasi tentulah merupakan hal yang sangat positif bagi para pelajar dan siapa saja yang hidup di jaman ini. Sekarang untuk melakukan komunikasi cepat dan tepat cukup dengan sms. Saat itu untuk dapat menggali informasi lintas dunia kita harus pergi ke warnet yang sudah barang tentu sulit dijumpai di pedesaan. Sekarang cukup dengan telepon selular kitapun dapat mengakses informasi melalui internet. Di samping hal positif seperti tersebut di atas, kehadiran telepon selular juga mengandung konsekwensi logis dengan berbagai dampak negatifnya. Bagi pelajar, pemanfaatan telepon selular tanpa terkendali berpotensi mencetak generasi pemalas dan berkepribadian menyimpang. Bagaimana tidak? Pengguna telepon selular selaku konsumen kini telah sedemikian dimanjakan oleh segudang fasilitas mudah dan murah yang ditawarkan produsen untuk dapat mengakses informasi global tanpa batas, sehingga siswa yang nota bene belum cukup memiliki perisai atau bekal mental yang memadai cenderung lebih suka melihat, membaca bahkan mengambil sajian yang terlalu vulgar yang bertentangan dengan nilai budaya dan ajaran agama semacam foto dan video seronok/porno yang terdapat di internet. Hal inilah yang sering dijadikan alasan keprihatinan akan maraknya penggunaan ponsel yang kini menjadi salah satu trend kehidupan modern.
Dan dari penjelasan di atas, dampak negatif dan danmpak positif tersebut tidak terlepas dari saya. Dengan adanya HP, saya hampir tidak pernah terlepas dari HP. Pada saat belajar, saat jalan-jalan, saat menonton dan kapan saja saya sangat ketergantungan dengan HP. Memang HP sangat bermanfaat bagi saya. Misalnya, menjalin komunikasi dengan orang tua, teman, keuarga dan lain-lain. Akan tetapi selain hal positif dari  HP, tentu memiliki dampak negatif. Misalnya, sering kali saya sms-an pada saat belajar, pada saat teman bercerita, dan bahkan pada saat rapat. Seolah-olah saya tidak bisa lepas dari HP. Dan saya juga menjadi lebih boros, karena harus mengisi pulsa kartu yang terdapat di dalam HP. Selain itu, dengan HP waktu saya banyak terbuang. Dan bahkan jika saya sedang bosan pada saat belajar, hal utama yang saya lakukan adalah sms-an dengan teman saya. Akibatnya suasana belajar terasa membosankan, kemauan belajar tidak ada dan konsentrasi menjadi  buyar. Maka waktu untuk mengingat, memahami pelajaran, menjadi berkurang karena yang saya utamakan adalah mengirim dan menerima SMS. Semua konsentrasi saya menjadi tertuju pada SMS yang akan tulis maupun yang akan saya terima. Dan dampak negatif yang saya alami dengan HP adalah saya kerap kali keasyikan sms-an bahkan sampai tengah malam, sehingga menyebabkan waktu tidur saya banyak terbuang, dan menyebabkan saya terlambat bangun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar